Iran Ubah Skema Jalur Pelayaran di Selat Hormuz, Imbau Kapal Waspada Ranjau Laut

- Jurnalis

Jumat, 10 April 2026 - 00:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Peta terbaru jalur pelayaran selat hormuz (foto: istimewa)

Teheran, Maritim.teropongrakyat.co — Otoritas maritim Iran mengumumkan perubahan skema pemisahan lalu lintas (traffic separation scheme/TSS) di Selat Hormuz guna “menghindari kemungkinan tabrakan dengan ranjau laut.”
Langkah ini diambil di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Teluk Persia.

Sejumlah sumber intelijen sebelumnya menyebut Iran diduga menempatkan hingga belasan ranjau di perairan tersebut pada bulan lalu. Namun, klaim itu belum terverifikasi dan masih diperdebatkan.

Melalui siaran resmi media pemerintah, Organisasi Pelabuhan dan Maritim Iran menyatakan bahwa kapal-kapal yang melintas wajib berkoordinasi dengan Angkatan Laut Garda Revolusi Iran (IRGC Navy) serta mengikuti jalur yang telah ditetapkan.

“Sehubungan dengan situasi perang di Teluk Persia dan kemungkinan adanya ranjau anti-kapal di jalur utama Selat Hormuz, seluruh kapal harus berkoordinasi dan menggunakan rute yang ditentukan,” demikian pernyataan resmi tersebut.

Baca Juga:  Lalu Lintas Kapal di Selat Hormuz Turun Drastis, Dampak Ketegangan Geopolitik Meningkat

Dalam skema baru ini, jalur kapal masuk (inbound) diarahkan melewati antara Pulau Qeshm dan Pulau Larak—yang dikenal sebagai rute “gerbang tol Teheran” dan berada di bawah pengawasan IRGC. Sementara itu, jalur keluar (outbound) dialihkan ke sisi selatan Pulau Larak, masih dalam wilayah perairan Iran, sehingga memudahkan pengawalan, pemeriksaan, dan verifikasi identitas kapal oleh IRGC.

Menariknya, peta terbaru juga menetapkan zona berbahaya dengan status “dilarang melintas” di area yang sebelumnya menjadi jalur pelayaran laut dalam. Koordinat zona tersebut mencakup wilayah skema pemisahan lalu lintas yang ditetapkan Organisasi Maritim Internasional (IMO), tepat di utara Semenanjung Musandam.

Baca Juga:  Perundingan Batal, Selat Hormuz Kembali Ditutup, Ketegangan Global Meningkat

Zona peringatan ini juga tampak mencakup jalur pelayaran yang baru diluncurkan dan dikelola Oman di bagian selatan selat. Hal ini dinilai bertentangan dengan kesepakatan Iran-Oman terkait penggunaan perairan teritorial Oman untuk pelayaran internasional.

Meskipun Amerika Serikat dan Iran telah mengumumkan gencatan senjata serta pelonggaran pembatasan navigasi, IRGC disebut masih memegang kendali de facto atas Selat Hormuz. Dalam 24 jam pertama sejak kesepakatan tersebut, hanya sedikit kapal yang berani melintas di jalur strategis itu.

Pengelolaan Selat Hormuz oleh Iran—yang sebelumnya digunakan sebagai jalur transit internasional terbuka—menjadi salah satu syarat utama Teheran dalam proposal menuju perjanjian damai jangka panjang.

Sumber Berita: The Maritime Executive

Berita Terkait

Indonesia – Australia Perkuat Komitmen: Tingkatkan Keselamatan Transportasi Lewat Forum Strategis
Sinergi Nasional-Internasional: Langkah Nyata Lindungi Laut dari Pencemaran Minyak
Kemenhub Lindungi Pelaut: Evakuasi Cepat Pasca Insiden di Laut Arab
PTP Teluk Bayur Ekspor Ribuan Ton Sawit, Buktikan Kinerja Terus Tumbuh
Siap Bertarung di London! Indonesia Kuatkan Posisi Hadapi Regulasi Maritim Global
Perundingan Batal, Selat Hormuz Kembali Ditutup, Ketegangan Global Meningkat
Lalu Lintas Kapal di Selat Hormuz Turun Drastis, Dampak Ketegangan Geopolitik Meningkat
Angkatan Laut Rusia “Ejek” Inggris, Kawal Kapal Tanker Sanksi di Selat Inggris

Berita Terkait

Senin, 11 Mei 2026 - 19:09 WIB

Indonesia – Australia Perkuat Komitmen: Tingkatkan Keselamatan Transportasi Lewat Forum Strategis

Sabtu, 9 Mei 2026 - 15:19 WIB

Sinergi Nasional-Internasional: Langkah Nyata Lindungi Laut dari Pencemaran Minyak

Selasa, 21 April 2026 - 20:35 WIB

Kemenhub Lindungi Pelaut: Evakuasi Cepat Pasca Insiden di Laut Arab

Sabtu, 18 April 2026 - 13:08 WIB

PTP Teluk Bayur Ekspor Ribuan Ton Sawit, Buktikan Kinerja Terus Tumbuh

Selasa, 14 April 2026 - 13:34 WIB

Siap Bertarung di London! Indonesia Kuatkan Posisi Hadapi Regulasi Maritim Global

Berita Terbaru