Sejarah Maritim Indonesia: Dari Kejayaan Nusantara hingga Tantangan Modern

- Jurnalis

Sabtu, 11 April 2026 - 00:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Potret: Ilustrasi

Jakarta, 11 April 2026 –  maritim.teropongrakyat.co – Indonesia dikenal sebagai negara kepulauan terbesar di dunia dengan lebih dari 17.000 pulau yang tersebar dari Sabang hingga Merauke. Letak geografis yang strategis menjadikan sejarah maritim Indonesia sebagai salah satu pilar penting dalam perjalanan bangsa, baik dari sisi ekonomi, budaya, maupun pertahanan.

Sejak masa kuno, wilayah Nusantara telah menjadi jalur perdagangan internasional yang ramai. Kerajaan-kerajaan besar seperti Kerajaan Sriwijaya dan Kerajaan Majapahit dikenal sebagai kekuatan maritim yang menguasai jalur perdagangan di Asia Tenggara. 11

Sriwijaya, yang berpusat di Sumatra pada abad ke-7 hingga ke-13, mengendalikan Selat Malaka sebagai jalur utama perdagangan antara India dan Tiongkok.

Baca Juga:  Sunda Kelapa Manfaatkan Lahan Tidur Jadi Area Bisnis & Logistik

Sementara itu, Majapahit pada abad ke-13 hingga ke-15 memperluas pengaruhnya hingga ke berbagai wilayah Nusantara melalui kekuatan armada lautnya.

Memasuki era kolonial, kekuatan maritim Indonesia mengalami perubahan signifikan dengan masuknya bangsa Eropa. Kedatangan Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC) pada abad ke-17 menandai awal dominasi Belanda di jalur perdagangan laut Indonesia.

VOC memanfaatkan posisi strategis Nusantara untuk menguasai perdagangan rempah-rempah dunia, sekaligus melemahkan kekuatan maritim lokal.

Setelah kemerdekaan pada tahun 1945, Indonesia kembali menegaskan identitasnya sebagai negara maritim. Konsep Wawasan Nusantara diperkuat melalui Deklarasi Djuanda tahun 1957 yang menyatukan wilayah laut sebagai bagian tak terpisahkan dari kedaulatan negara. Peristiwa ini menjadi tonggak penting dalam pengakuan internasional terhadap batas wilayah laut Indonesia.

Baca Juga:  Sejarah Pelabuhan Tanjung Priok: Dari Kolonial hingga Menjadi Gerbang Utama Maritim Indonesia

Di era modern, Indonesia terus berupaya mengembalikan kejayaan maritimnya melalui berbagai kebijakan, termasuk pembangunan tol laut dan penguatan armada pertahanan.

Pemerintah juga mendorong pengembangan ekonomi biru yang berkelanjutan, guna memanfaatkan potensi laut tanpa merusak ekosistem.

Meski demikian, tantangan besar masih dihadapi, seperti illegal fishing, pencemaran laut, serta sengketa wilayah perairan. Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan dunia internasional sangat diperlukan untuk menjaga kedaulatan dan kelestarian laut Indonesia.

Sejarah maritim Indonesia bukan sekadar catatan masa lalu, melainkan fondasi penting untuk membangun masa depan bangsa sebagai poros maritim dunia.

Berita Terkait

Sunda Kelapa Manfaatkan Lahan Tidur Jadi Area Bisnis & Logistik
Sejarah Pelabuhan Sunda Kelapa: Jejak Awal Perdagangan Nusantara
Sejarah Pelabuhan Tanjung Priok: Dari Kolonial hingga Menjadi Gerbang Utama Maritim Indonesia

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 18:01 WIB

Sunda Kelapa Manfaatkan Lahan Tidur Jadi Area Bisnis & Logistik

Minggu, 12 April 2026 - 01:00 WIB

Sejarah Pelabuhan Sunda Kelapa: Jejak Awal Perdagangan Nusantara

Minggu, 12 April 2026 - 00:54 WIB

Sejarah Pelabuhan Tanjung Priok: Dari Kolonial hingga Menjadi Gerbang Utama Maritim Indonesia

Sabtu, 11 April 2026 - 00:55 WIB

Sejarah Maritim Indonesia: Dari Kejayaan Nusantara hingga Tantangan Modern

Berita Terbaru

Ekbis

PT CTP TOLLWAYS Dukung Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Senin, 28 Sep 2026 - 15:29 WIB