Sinergi Nasional-Internasional: Langkah Nyata Lindungi Laut dari Pencemaran Minyak

- Jurnalis

Sabtu, 9 Mei 2026 - 15:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BATAM -(maritim.teropongrakyat.co), 9 Mai 2026. Dalam rangka memperkuat kesiapsiagaan dan respons terhadap insiden pencemaran laut, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran (KPLP) turut berpartisipasi dalam Lokakarya “Optimasi Manajemen Tumpahan Minyak: Kesiapsiagaan dan Respons Sesuai dengan Standar Global” pada tanggal 6-7 Mei 2026 di Batam, Kepulauan Riau.

Kegiatan ini menjadi wadah kolaborasi antara Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan bersama PT Pertamina Patra Niaga dan PT Pertamina Port and Logistics, serta mitra internasional seperti Global Initiative for Southeast Asia (GI SEA), ITOPF, dan Oil Spill Response Limited (OSRL) Singapore.

Baca Juga:  Bangkai Kapal Ancam Keselamatan Pelayaran, Kemenhub Wajibkan Wreck Removal Certificate

IMG 20260509 WA0008 scaled

Dalam sambutannya, Pelaksana Tugas (Plt) Direktur KPLP yang mewakili Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Triono, menyampaikan apresiasi atas sinergi dan kerja sama yang terus terjalin dalam menjaga keselamatan pelayaran dan perlindungan lingkungan maritim Indonesia.

“Sinergi dan kolaborasi yang kuat antarinstansi serta seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci utama dalam mewujudkan pelayaran yang selamat, aman, dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat upaya perlindungan lingkungan maritim nasional,” ujar Triono.

Menurutnya, Lokakarya ini menjadi forum stratetgis yang bertujuan untuk memperkuat kapasitas teknis, koordinasi, serta penerapan standar global di bidang penanggulangan tumpahan minyak yang selaras dengan standar internasional, termasuk Konvensi Marine Pollution (MARPOL) dan International Convention on Oil Pollution Preparedness, Response and Co-operation (OPRC) 1990.

Baca Juga:  Pelabuhan Mamuju Bakal Lebih Maju, Kemenhub Resmikan Penyerahan Aset Strategis

IMG 20260509 WA0011 scaled

“Melalui sinergi dan kerja sama, kegiatan ini sekaligus menjadi wujud nyata komitmen Indonesia dalam meningkatkan kapasitas nasional bersama berbagai pemangku kepentingan, baik nasional maupun internasional,” ungkap Triono.

Salah satu agenda penting dalam kegiatan ini adalah Table Top Exercise untuk menguji, mendalami, dan memverifikasi rencana kedaruratan insiden tumpahan minyak melalui simulasi diskusi skenario. Para peserta didorong untuk aktif berdiskusi, berbagi pengalaman, serta memperkuat koordinasi lintas sektor guna menciptakan sistem kesiapsiagaan dan respons tumpahan minyak yang lebih optimal, efektif, dan berstandar global.(PF/ETJ/HJ).

Berita Terkait

Indonesia – Australia Perkuat Komitmen: Tingkatkan Keselamatan Transportasi Lewat Forum Strategis
Danau Sunter Dulu Jadi Percontohan, Kini Tercoreng Praktik Parkir Liar
Efek Jera bagi Pelanggar, Berkas Perkara Kapal Tanker Resmi Masuk Tahap Berikutnya
Korban Minta Kepastian Hukum, Kasus Penipuan Tanah Tak Kunjung Jelas
Kemenhub Lindungi Pelaut: Evakuasi Cepat Pasca Insiden di Laut Arab
PTP Teluk Bayur Ekspor Ribuan Ton Sawit, Buktikan Kinerja Terus Tumbuh
Jaga Integritas, Dirjen Hubla Ingatkan PPNS Jadi Ujung Tombak Penegakan Hukum
Siap Bertarung di London! Indonesia Kuatkan Posisi Hadapi Regulasi Maritim Global

Berita Terkait

Senin, 11 Mei 2026 - 19:09 WIB

Indonesia – Australia Perkuat Komitmen: Tingkatkan Keselamatan Transportasi Lewat Forum Strategis

Sabtu, 9 Mei 2026 - 15:19 WIB

Sinergi Nasional-Internasional: Langkah Nyata Lindungi Laut dari Pencemaran Minyak

Minggu, 3 Mei 2026 - 02:52 WIB

Danau Sunter Dulu Jadi Percontohan, Kini Tercoreng Praktik Parkir Liar

Minggu, 26 April 2026 - 15:23 WIB

Efek Jera bagi Pelanggar, Berkas Perkara Kapal Tanker Resmi Masuk Tahap Berikutnya

Jumat, 24 April 2026 - 16:34 WIB

Korban Minta Kepastian Hukum, Kasus Penipuan Tanah Tak Kunjung Jelas

Berita Terbaru