Angkatan Laut Rusia “Ejek” Inggris, Kawal Kapal Tanker Sanksi di Selat Inggris

- Jurnalis

Kamis, 9 April 2026 - 22:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rusia, maritim.teropongrakyat.co – Angkatan Laut Rusia dilaporkan mengawal dua kapal tanker “shadow fleet” yang telah dikenai sanksi saat melintasi Selat Inggris, langkah yang dinilai sebagai sindiran terhadap kemampuan Angkatan Laut Inggris (Royal Navy).

Insiden ini terjadi meskipun Inggris sebelumnya telah menyelesaikan kajian hukum panjang yang menyatakan bahwa undang-undang yang ada sudah cukup untuk melakukan intersepsi terhadap kapal-kapal tanker “shadow fleet”.

Dua kapal yang dikawal tersebut adalah Enigma (IMO 9333412) berbendera Kamerun dan Universal (IMO 9384306) berbendera Rusia. Keduanya diketahui telah masuk dalam daftar sanksi oleh Amerika Serikat (OFAC), Uni Eropa, dan Inggris. Kapal Enigma sebelumnya memuat minyak dari pelabuhan Ust Luga pada 21 Maret.
Pengawalan dilakukan oleh kapal fregat Rusia Admiral Grigorovich tanpa adanya insiden selama pelayaran di Selat Inggris.

Baca Juga:  Indonesia - Australia Perkuat Komitmen: Tingkatkan Keselamatan Transportasi Lewat Forum Strategis

Menariknya, di pihak Inggris tidak terlihat kehadiran kapal tempur utama Royal Navy. Sebagai gantinya, kapal tanker pendukung Royal Fleet Auxiliary, RFA Tideforce, memantau pergerakan konvoi Rusia tersebut saat melintasi wilayah tersebut.

Peristiwa ini memicu pertanyaan publik terkait efektivitas penegakan sanksi maritim oleh Inggris. Hingga kini, kapal-kapal “shadow fleet” masih relatif bebas beroperasi di berbagai jalur pelayaran internasional.

Di kawasan lain, beberapa negara mulai mengambil tindakan lebih tegas. Negara-negara Nordik diketahui telah melakukan intersepsi di Laut Baltik, sementara Amerika Serikat juga melakukan penindakan terhadap kapal terkait Venezuela dan Kuba. Namun, di jalur strategis lain seperti Selat Malaka dan Selat Hormuz, tindakan serupa belum terlihat.

Baca Juga:  Kemenhub Lindungi Pelaut: Evakuasi Cepat Pasca Insiden di Laut Arab

Fenomena “shadow fleet” sendiri merujuk pada ratusan kapal tanker, sering kali berusia tua dan beroperasi dengan pengawasan minim, yang digunakan untuk mengangkut minyak Rusia guna menghindari sanksi internasional. Praktik ini menjadi perhatian global karena berisiko terhadap keamanan maritim dan lingkungan.

Sumber Berita: The Maritime Executive

Berita Terkait

Indonesia – Australia Perkuat Komitmen: Tingkatkan Keselamatan Transportasi Lewat Forum Strategis
Sinergi Nasional-Internasional: Langkah Nyata Lindungi Laut dari Pencemaran Minyak
Kemenhub Lindungi Pelaut: Evakuasi Cepat Pasca Insiden di Laut Arab
PTP Teluk Bayur Ekspor Ribuan Ton Sawit, Buktikan Kinerja Terus Tumbuh
Siap Bertarung di London! Indonesia Kuatkan Posisi Hadapi Regulasi Maritim Global
Perundingan Batal, Selat Hormuz Kembali Ditutup, Ketegangan Global Meningkat
Lalu Lintas Kapal di Selat Hormuz Turun Drastis, Dampak Ketegangan Geopolitik Meningkat
Iran Ubah Skema Jalur Pelayaran di Selat Hormuz, Imbau Kapal Waspada Ranjau Laut

Berita Terkait

Senin, 11 Mei 2026 - 19:09 WIB

Indonesia – Australia Perkuat Komitmen: Tingkatkan Keselamatan Transportasi Lewat Forum Strategis

Sabtu, 9 Mei 2026 - 15:19 WIB

Sinergi Nasional-Internasional: Langkah Nyata Lindungi Laut dari Pencemaran Minyak

Selasa, 21 April 2026 - 20:35 WIB

Kemenhub Lindungi Pelaut: Evakuasi Cepat Pasca Insiden di Laut Arab

Sabtu, 18 April 2026 - 13:08 WIB

PTP Teluk Bayur Ekspor Ribuan Ton Sawit, Buktikan Kinerja Terus Tumbuh

Selasa, 14 April 2026 - 13:34 WIB

Siap Bertarung di London! Indonesia Kuatkan Posisi Hadapi Regulasi Maritim Global

Berita Terbaru