Jakarta, maritim.teropongrakyat.co — 12 April 2026, Pelabuhan Tanjung Priok merupakan pelabuhan terbesar dan tersibuk di Indonesia yang memiliki sejarah panjang sejak masa kolonial Hindia Belanda. Pelabuhan ini menjadi tulang punggung aktivitas ekspor-impor nasional serta pusat distribusi logistik yang vital bagi perekonomian Indonesia.
Pembangunan Pelabuhan Tanjung Priok dimulai pada akhir abad ke-19, tepatnya sekitar tahun 1877, oleh pemerintah kolonial Belanda. Latar belakang pembangunan ini tidak lepas dari kondisi Pelabuhan Sunda Kelapa yang saat itu mengalami pendangkalan, sehingga tidak lagi mampu menampung kapal-kapal berukuran besar yang semakin berkembang seiring kemajuan teknologi pelayaran.
Sebagai solusi, Belanda membangun pelabuhan baru di wilayah Tanjung Priok yang memiliki perairan lebih dalam dan akses yang lebih memadai. Pelabuhan ini resmi mulai beroperasi pada tahun 1883 dan sejak saat itu menjadi pusat perdagangan utama di Batavia (kini Jakarta).
Memasuki abad ke-20, peran Tanjung Priok semakin strategis. Pelabuhan ini menjadi pintu masuk barang-barang impor serta jalur ekspor komoditas unggulan seperti gula, kopi, dan rempah-rempah. Infrastruktur terus dikembangkan, termasuk pembangunan jalur kereta api yang menghubungkan pelabuhan dengan pusat kota dan daerah hinterland.
Pada masa pendudukan Jepang (1942–1945), aktivitas pelabuhan sempat mengalami perubahan fungsi untuk kepentingan militer. Setelah Indonesia merdeka, Pelabuhan Tanjung Priok diambil alih oleh pemerintah Indonesia dan terus mengalami modernisasi secara bertahap.
Di era modern, pengelolaan pelabuhan berada di bawah PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo. Berbagai pengembangan dilakukan untuk meningkatkan kapasitas dan efisiensi, termasuk pembangunan terminal peti kemas berstandar internasional seperti Jakarta International Container Terminal (JICT) dan New Priok Container Terminal yang merupakan bagian dari proyek strategis nasional.
Kini, Pelabuhan Tanjung Priok menangani lebih dari separuh arus barang nasional dan menjadi hub utama perdagangan internasional Indonesia. Perannya tidak hanya sebagai pusat logistik, tetapi juga sebagai simbol perkembangan maritim nasional dari masa kolonial hingga era globalisasi.
Dengan sejarah panjang dan peran strategisnya, Pelabuhan Tanjung Priok terus bertransformasi menjadi pelabuhan modern yang mampu bersaing di tingkat global, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai poros maritim dunia.













